Dalam
artikel klasik yang diterbitkan pada pertengahan 1930-an, Gordon
Allport (1935) berpendapat bahwa konsep sikap (attitude) merupakan
konsep yang paling istimewa dan tidak bisa ditinggalkan dalam psikologi
sosial mutakhir. Kendati pandangan yang begitu yakin ini bisa
dipertanyakan dewasa ini, namun studi tentang sikap ten_is menarik
perhatian banyak ahli riset. Sikap adalah masalah yang lebih banyak
bersifat evaluasi afektif. Sikap menunjukkan penilaian kita (baik
positif maupun negatif) terhadap bermacam-macam entitas, misalnya,
individu-individu, kelompok-kelompok, obyek-obyek, tindakan-tindakan,
dan lembaga-lembaga. Sikap pada galibnya diukur lewat prosedur
tanya-jawab langsung dengan responden yang diminta untuk menunjukkan
reaksi evaluatif mereka (suka-tidak suka dan seterusnya) terhadap
sesuatu atau seseorang. Sejumlah prosedur pengukuran tak langsung
(menyamar) juga dikembangkan (Kiddner dan Campbell 1970), namun cara ini
seringkali sulit diterapkan dan tidak luas pemakaiannya. Sementara
teoritisi berpandangan bahwa sikap seyogyanya tidak didefinisikan melulu
dalam bentuk afektif (atau pengertian yang evaluatif), dan menyarankan
bahwa sewajarnya sikap ditemukan dalam kombinasi unsur-unsur kognitif
terkait' dan tingkah-laku.